Blog · 29 Oct 2026 · 6 min read
Domain tanpa www tidak bisa dibuka? Ini cara benerinnya
Satu versi domain jalan, versi satunya error — masalah klasik yang bikin pelanggan ragu. Ini cara mendiagnosis apakah penyebabnya DNS, SSL, atau redirect, lalu memperbaikinya lewat cPanel.
By Tim Gocelerus
Pelanggan bilang website kamu error, padahal di browser kamu baik-baik saja. Setelah dicek, ternyata www.tokokamu.com bisa dibuka tapi tokokamu.com tidak — atau sebaliknya. Masalahnya hampir selalu di salah satu dari tiga tempat: DNS record, sertifikat SSL, atau aturan redirect.
Langkah 1: cari tahu error-nya jenis apa
Jangan langsung utak-atik DNS. Buka versi domain yang bermasalah di browser, lalu lihat pesan errornya. Tiga pola yang paling umum:
DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAINatau "server IP address could not be found" — DNS record untuk hostname itu memang tidak ada. Lanjut ke Langkah 2.- Peringatan sertifikat, misalnya
ERR_CERT_COMMON_NAME_INVALID— DNS-nya sudah benar dan sampai ke server, tapi sertifikat SSL tidak mencakup hostname itu. Lompat ke Langkah 4. ERR_TOO_MANY_REDIRECTSatau halaman muter-muter — DNS dan SSL aman, tapi aturan redirect saling bertabrakan. Lompat ke Langkah 5.
Satu hal lagi: coba dari jaringan lain (misalnya data seluler) atau mode penyamaran. Kalau di satu perangkat normal tapi di perangkat lain error, besar kemungkinan cache DNS lokal yang basi, bukan servernya.
Langkah 2: cek DNS untuk kedua hostname
Domain tanpa www (sering disebut root atau apex) dan www adalah dua hostname terpisah di DNS. Satu bisa punya record, satunya tidak.
Di macOS atau Linux:
dig tokokamu.com A +short
dig www.tokokamu.com A +short
Di Windows:
nslookup tokokamu.com
nslookup www.tokokamu.com
Yang kamu harapkan: kedua perintah mengembalikan IP yang sama (atau www mengembalikan nama lain lewat CNAME yang akhirnya menunjuk ke IP yang sama). Kalau salah satu tidak mengembalikan apa-apa, di situ masalahnya.
Sekalian cek siapa yang memegang DNS kamu:
dig tokokamu.com NS +short
Ini penting. Kalau nameserver-nya milik Cloudflare atau registrar, mengedit Zone Editor di cPanel tidak akan berpengaruh sama sekali — record harus diedit di tempat nameserver itu berada.
Langkah 3: tambahkan record yang hilang
Pertama, cari IP server kamu. Di cPanel, buka Statistics atau panel General Information di sisi kanan halaman utama dan lihat Shared IPv4 Address. Letaknya bisa sedikit berbeda tergantung versi cPanel dan tema yang dipakai hosting kamu.
Kalau DNS dikelola di cPanel:
- Masuk ke cPanel, buka Zone Editor (di bagian Domains).
- Klik Manage di samping domain yang bersangkutan.
- Lihat apakah sudah ada record A untuk root dan record untuk
www. - Klik Add Record untuk menambahkan yang kurang.
Susunan yang paling umum seperti ini:
Type Name Value TTL
A tokokamu.com. 203.0.113.10 14400
CNAME www.tokokamu.com. tokokamu.com. 14400
Ganti 203.0.113.10 dengan IP server kamu sendiri. Sebagian hosting memakai dua record A (root dan www sama-sama A ke IP yang sama) — itu juga sah. Yang tidak boleh: record CNAME di root domain, karena CNAME tidak boleh berdampingan dengan record lain seperti MX dan NS di hostname yang sama. Kalau penyedia DNS kamu punya fitur CNAME flattening atau ALIAS, itu pengecualian yang mereka tangani sendiri.
Kalau DNS dikelola di Cloudflare atau registrar, buka panel DNS mereka dan tambahkan record yang sama di sana. Di Cloudflare, pastikan status proxy (awan oranye/abu-abu) untuk root dan www sama — beda setelan sering bikin satu versi jalan dan satunya tidak.
Setelah menyimpan, tunggu sebentar lalu jalankan lagi perintah dig di Langkah 2. Record baru biasanya muncul mengikuti TTL yang kamu pasang; selama hostname itu belum pernah ada sebelumnya, biasanya cepat terlihat. Kalau kamu mengubah record yang sudah ada, resolver masih bisa menyimpan nilai lama sampai TTL lama habis.
Langkah 4: pastikan SSL mencakup kedua hostname
Kalau DNS sudah benar tapi browser menolak sertifikatnya, artinya sertifikat kamu hanya diterbitkan untuk salah satu hostname. Ini sering terjadi kalau record www baru dibuat setelah SSL terbit.
- Di cPanel, buka SSL/TLS Status (di bagian Security).
- Lihat daftar domain. Hostname yang belum tercakup akan ditandai sebagai belum punya sertifikat.
- Centang hostname tersebut lalu klik Run AutoSSL.
AutoSSL perlu bisa menjangkau domain lewat HTTP untuk memverifikasi kepemilikan, jadi record DNS harus sudah benar dan aktif lebih dulu — itu sebabnya langkah ini dikerjakan setelah Langkah 3. Beberapa hosting menonaktifkan tombol Run AutoSSL untuk pengguna dan menjalankannya terjadwal; kalau tombolnya tidak ada, tanyakan ke hosting kamu. Jangan akali dengan mematikan HTTPS atau menyuruh pengunjung klik "lanjutkan saja".
Langkah 5: pilih satu versi, redirect yang lain
Idealnya kedua versi domain tetap hidup di DNS, tapi satu di antaranya dijadikan versi resmi dan yang lain dialihkan ke sana. Ini juga mencegah Google melihat dua alamat berisi konten yang sama.
Untuk website WordPress, cek dulu Settings → General, lalu lihat WordPress Address (URL) dan Site Address (URL). Dua kolom ini harus memakai versi yang kamu pilih, lengkap dengan https://. WordPress sudah otomatis mengalihkan versi lain ke alamat ini, jadi sering kali tidak perlu aturan tambahan.
Kalau bukan WordPress, atau kamu mau redirect eksplisit, pakai Redirects di cPanel (bagian Domains), atau tambahkan aturan ini di .htaccess:
RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^www\.tokokamu\.com$ [NC]
RewriteRule ^(.*)$ https://tokokamu.com/$1 [L,R=301]
Edit file lewat File Manager di cPanel, aktifkan Show Hidden Files (dotfiles) lewat Settings supaya .htaccess terlihat. Di instalasi WordPress, letakkan aturan ini di atas blok # BEGIN WordPress, bukan di dalamnya — isi blok itu bisa ditimpa WordPress sewaktu-waktu. Salin dulu isi file lama ke notepad sebelum mengubah apa pun.
Kalau yang muncul ERR_TOO_MANY_REDIRECTS, biasanya ada dua aturan yang saling membalas: misalnya .htaccess mengarahkan www → non-www, sementara setelan WordPress atau Cloudflare Page Rule mengarahkan non-www → www. Matikan salah satunya, jangan dua-duanya dipasang.
Langkah 6: verifikasi, bukan sekadar "kelihatannya sudah jalan"
Uji ulang dari baris perintah supaya tidak tertipu cache browser:
curl -sI https://tokokamu.com | head -n 5
curl -sI https://www.tokokamu.com | head -n 5
Yang kamu cari: satu hostname membalas HTTP/2 200, satunya membalas 301 dengan header location: menunjuk ke versi yang kamu pilih. Kalau masih error di perangkat kamu sendiri padahal dig sudah benar, bersihkan cache DNS lokal:
# Windows
ipconfig /flushdns
# macOS
sudo dscacheutil -flushcache; sudo killall -HUP mDNSResponder
Terakhir, cek hal-hal yang ikut menyimpan alamat lama: link di bio Instagram dan Google Business Profile, Google Search Console (daftarkan versi yang kamu pilih sebagai properti), serta setelan domain di plugin cache — bersihkan cache-nya setelah semua beres.
Kalau sudah benar tapi masih sering kacau
Konfigurasi DNS, SSL, dan redirect sebenarnya hanya perlu disetel sekali dan setelah itu diam. Kalau kamu sering mengalami record hilang sendiri atau SSL tidak ikut terbit untuk www, biasanya yang bermasalah lingkungan hostingnya, bukan domainnya.
Gocelerus adalah hosting cPanel untuk Asia Tenggara dengan server di Singapura, penyimpanan NVMe, web server LiteSpeed, dan keamanan Imunify360, lengkap dengan backup harian. Kalau mau pindah, tim Gocelerus yang mengerjakan migrasinya dan itu gratis. Daftar paket dan harganya ada di halaman pricing.