Blog · 2 Nov 2026 · 7 min read
Subdomain, Addon Domain, atau Alias di cPanel: Pilih yang Mana (dan Cara Benerin Kalau Salah)
Tiga menu di cPanel kelihatan mirip, tapi hasilnya beda jauh. Ini cara memilih antara subdomain, addon domain, dan alias — plus cara membereskan subdomain yang malah menampilkan isi domain utama, kena 403, atau belum jalan di HTTPS.
By Tim Gocelerus
Kamu punya domain kedua atau mau bikin blog.domainkamu.com, lalu buka cPanel dan bingung: ada menu untuk subdomain, addon domain, dan alias (dulu namanya parked domain). Salah pilih biasanya baru ketahuan belakangan — domain barunya malah menampilkan isi situs utama, kena 403 Forbidden, atau jalan di HTTP tapi tidak di HTTPS.
Bedanya di satu paragraf
Intinya ada di document root, yaitu folder tempat cPanel mencari file situs untuk domain tersebut.
- Domain utama → file-nya ada langsung di
public_html. - Addon domain → website kedua yang benar-benar terpisah. Punya folder sendiri (biasanya di dalam
public_html), kontennya beda total dari situs utama, walau tetap berbagi resource akun hosting yang sama. - Subdomain → bagian dari domain yang sama (
blog.,staging.,app.,api.). Juga punya folder sendiri. - Alias / parked domain → domain tambahan yang menunjuk ke situs yang sudah ada dan memakai file yang sama. Tidak punya folder sendiri.
Pilih yang mana?
| Kebutuhan | Pakai |
|---|---|
| Toko atau blog dengan brand berbeda, konten berbeda | Addon domain |
blog., staging., app., api. dari situs yang sama |
Subdomain |
Beli .id dan .com untuk brand yang sama, isinya ingin persis sama |
Alias (bukan addon domain) |
Kasus ketiga paling sering salah. Banyak orang membuat brandku.id sebagai addon domain, lalu kaget kenapa isinya kosong — ya karena addon domain dapat folder baru yang masih kosong. Kalau yang kamu mau adalah dua domain menampilkan satu situs yang sama, itu alias.
Cara bikinnya: dua kemungkinan tampilan cPanel
cPanel pernah menggabungkan Subdomains, Addon Domains, dan Aliases ke dalam satu tool bernama Domains. Jadi tampilan di akunmu bisa berbeda tergantung versi cPanel yang dipakai hosting. Cek section Domains di halaman depan cPanel dan lihat ikon mana yang ada.
Kalau akunmu punya menu Domains (tampilan baru)
- Login ke cPanel (biasanya lewat
https://domainkamu.com/cpanelatau port:2083). - Buka section Domains → klik Domains.
- Klik tombol untuk menambah domain baru.
- Isi nama domain penuh — tanpa
www, karena cPanel menanganinya sendiri. Untuk subdomain, tulis lengkap:blog.domainkamu.com. - Di situ ada opsi untuk berbagi document root dengan domain utama. Centang kalau kamu mau alias; biarkan tidak tercentang kalau kamu mau situs terpisah (addon/subdomain) dan biarkan document root-nya pakai nilai default.
- Simpan.
Nama tombol dan teks checkbox bisa sedikit berbeda antar versi. Kalau bingung, patokannya satu: apakah folder tujuannya sama dengan public_html atau folder baru?
Kalau akunmu masih punya menu terpisah
Masuk ke Addon Domains untuk domain kedua, Subdomains untuk subdomain, atau Aliases / Parked Domains untuk alias. Di form Addon Domains kamu akan ketemu tiga field: New Domain Name, Subdomain / FTP Username (terisi otomatis dari nama domain, boleh diedit), dan Document Root — cPanel biasanya menyarankan public_html/namadomain.com. Biarkan saja default-nya kecuali kamu memang punya struktur folder sendiri. Lalu klik Add Domain.
Setelah disubmit, cPanel membuat folder document root-nya, menambahkan konfigurasi Apache supaya domain itu mengarah ke folder tersebut, entri subdomain yang dibutuhkan Apache secara internal, dan record DNS — selama nameserver domain memang sudah mengarah ke server hostingmu.
Troubleshooting setelah dibuat
Domain barunya malah menampilkan isi domain utama
Dua penyebab paling umum:
- Salah tipe. Kamu membuatnya sebagai alias / mencentang opsi share document root. Hapus, lalu buat ulang sebagai addon domain atau subdomain.
- Ketiban
.htaccessdomain utama. Kalau document root subdomain ada di dalampublic_html(misalnyapublic_html/blog), aturan di.htaccessmilikpublic_htmlikut berlaku ke subfolder itu. Rewrite rule WordPress atau redirect "force www / force domain utama" di sana bisa membuat subdomain dilempar balik ke situs utama.
Cara mengeceknya: buka File Manager, aktifkan tampilan hidden files (Settings → Show Hidden Files), lalu baca .htaccess di public_html. Kalau di situ ada aturan redirect ke domain utama yang tidak memberi pengecualian, itu biangnya. Opsi amannya: taruh .htaccess sendiri di document root subdomain dengan aturan yang benar untuk situs itu, atau pindahkan document root subdomain ke folder di luar public_html, misalnya /home/user/blog. Jangan menghapus .htaccess domain utama tanpa backup — copy dulu isinya ke tempat aman.
403 Forbidden
Urutan pengecekan:
- Ada file index-nya tidak? Folder kosong atau folder tanpa
index.php/index.htmlakan menghasilkan 403 kalau directory listing dimatikan. Upload dulu file situsnya. - Permission. Lewat File Manager, pilih foldernya → Change Permissions. Patokan umum: direktori
755, file644. - Aturan di
.htaccess.deny from allatau aturan proteksi yang nyasar ke folder baru juga menghasilkan 403.
Bisa HTTP tapi tidak HTTPS
Domain baru belum tentu langsung dapat sertifikat. Buka SSL/TLS Status di cPanel, lihat apakah domain barumu terdaftar dan sudah tercentang untuk diikutkan AutoSSL, lalu jalankan AutoSSL dari halaman itu.
Urutannya penting: DNS dulu, baru SSL. Penerbitan sertifikat butuh domain itu sudah resolve ke server hostingmu, jadi kalau nameserver atau A record belum benar, AutoSSL akan gagal berulang kali. Penerbit sertifikat yang dipakai juga tergantung konfigurasi AutoSSL di hostingmu — jangan berasumsi semua host pakai penerbit yang sama; tanyakan ke hostingmu kalau perlu tahu, termasuk soal dukungan wildcard untuk subdomain.
Setelah sertifikat terbit, baru paksa HTTPS lewat .htaccess di document root domain tersebut:
RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTPS} off
RewriteRule ^(.*)$ https://%{HTTP_HOST}%{REQUEST_URI} [L,R=301]
Untuk WordPress, pastikan juga Settings → General → WordPress Address (URL) dan Site Address (URL) sudah pakai https://.
"Domain is already configured"
Artinya domain itu sudah terdaftar di akun yang sama — bisa sebagai alias, subdomain, atau addon domain. Cek ketiga daftar tersebut dan hapus entri lamanya sebelum membuat ulang. Kalau domain sudah pernah dihapus tapi pesan ini tetap muncul, kemungkinan ada konfigurasi basi di sisi server; itu perlu dibereskan oleh tim support hostingmu.
Domain belum bisa diakses sama sekali
Biasanya DNS. Pastikan nameserver atau A record domain sudah mengarah ke server hostingmu, lalu pantau propagasinya dengan tool seperti whatsmydns.net sampai mayoritas lokasi menunjukkan IP yang benar. Lama propagasi tergantung TTL record domainmu, yang bisa kamu lihat sendiri di panel DNS.
Hal yang sering kelewat setelah domainnya jalan
- Menghapus domain tidak menghapus file. Saat kamu klik Remove, cPanel membersihkan konfigurasi Apache dan entri DNS-nya, tapi folder document root beserta isinya tetap ada. File itu masih memakan disk dan jatah inode. Hapus manual lewat File Manager kalau memang sudah tidak dipakai.
- Email per domain. Addon domain bisa punya email sendiri: buka Email Accounts, domainnya akan muncul di dropdown pemilih domain.
- Resource-nya tetap satu akun. Semua domain di akun itu berbagi CPU, memori, dan limit inode yang sama, jadi lonjakan trafik di satu situs bisa terasa di situs lain. Pantau lewat Resource Usage di cPanel.
- Pisahkan database dan instalasi. Jangan satu database WordPress dipakai beberapa situs. Install tiap situs terpisah lewat WordPress Toolkit atau Softaculous supaya plugin, tema, dan update core-nya terisolasi.
- Backup per situs. Tool Backup di cPanel memungkinkan download folder situs secara individual, jadi restore lebih cepat saat cuma satu domain yang bermasalah.
Penutup
Rumusnya sederhana: kalau kontennya beda → addon domain atau subdomain (folder sendiri); kalau kontennya sama persis → alias. Sisanya tinggal memastikan document root-nya benar, DNS beres, lalu jalankan AutoSSL.
Kalau akunmu sekarang bikin semua ini jadi ribet — misalnya versi cPanel-nya menyulitkan atau kamu ingin pindah sambil merapikan struktur domain — Gocelerus adalah cPanel hosting untuk Asia Tenggara dengan server di Singapura, dan pemindahan website yang sudah jalan dikerjakan oleh timnya tanpa biaya. Plan dan harganya bisa dilihat di https://gocelerus.com/pricing.